Gita Nareswari, Berjaya di Festival Budaya Badung 2014

December 14th, 2014 by No comments »
Pentas Lomba Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Wanita Gita Nareswari Br. Legian Tengah, di Mangupraja Mandala Puspem Badung

Pentas Lomba Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Wanita Gita Nareswari Br. Legian Tengah, di Mangupraja Mandala Puspem Badung (11/11/2014)

Sekaa Gong wanita Banjar Pekandelan Legian, Gita Nareswari menunjukkan kelasnya di Festival Budaya Badung 2014. Sekaa Gong yang anggotanya adalah  ibu-ibu PKK ini bahkan meraih dua juara sekaligus yaitu juara I untuk Tabuh dan juara II di tari.
Keberhasilan ini sudah barang tentu berkat kerja keras Panitia Peserta Lomba dan bimbingan dari pelatih tabuh dan Pelatih Tari, yaitu untuk melatih tabuh I Made Murna, S.Skar, I Wayan Kaler Aryasa, S.Sn dan I Kadek Sunatra, S.Sn dan Pelatih Tari yaitu Ida Bagus Yudistira, S.Sn dan I Wayan Nova Antara, S.Sn.

Ketua Panita Peserta Lomba, Ir. Kadek Yuni Wirati Purnama didampingi Wakil Panitia I Nengah Sunarta dan I Made Sudana, serta Sekretaris Panitia I Gst. Kt. Bagus Merta dihubungi, Rabu (26/11) kemarin mengatakan rasa bangga yang luar biasa.
“Ini tentu sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan patut kita syukuri dan pertahankan,” kata Kadek Yuni.
Apalagi lawan-lawan yang dihadapi dalam lomba ini juga memiliki kwalitas yang sangat bagus. » Read more: Gita Nareswari, Berjaya di Festival Budaya Badung 2014

LOMBA TARI BALI PIALA BUPATI BADUNG, HARI INI DIGELAR

September 20th, 2014 by No comments »
Lomba Tari Bali di Legian

Tari Baris, salah satu kategori tari yang dilombakan pada Lomba Tari Bali 2014 di Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian.

Legian, (20/09) Acara Lomba Tari memperebutkan Piala Bergilir Bupati Badung, dalam rangka Gelar Mahaseni Budaya ke-4 hari ini dibuka oleh Kepala Staf Ahli Hukum, Ham dan Politik Pemkab Badung, Nyoman Pradangga, bertempat di Gedung Wiswa Budaya Legian. Dalam sambutannya Pradangga mewakili Bupati Badung menyatakan bahwa kegiatan Lomba Tari , merupakan kegiatan yang sangat perlu dan penting, guna melestarikan seni budaya, khususnya seni tari. Disamping melestarikan budaya, kegiatan semacam ini juga berguna untuk menangkal pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya Bali. Seperti kita ketahui, bahwa daerah Kuta dan Legian merupakan daerah tujuan utama wisata, dimana disini ada berbagai macam budaya luar yang masuk yang bisa berpengaruh buruk terhadap budaya kita. Oleh karena itu Pemkab Badung sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Br. Pekandelan Legian Tengah ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Nyoman Rutha Ady, dalam laporannya mengatakan bahwa Lomba kali ini adalah yang ke-4 dimana setiap tahun pesertanya semakin tahun semakin meningkat. Itu pertanda kalau kegiatan lomba ini sangat diminati oleh para peserta.

Adapun jenis tari yang dilombakan adalah sebagai berikut :

  1. Tari Pendet
  2. Tari Baris
  3. Tari Teruna Jaya
  4. Tari Condong
  5. Tari Sekar Jepun.

» Read more: LOMBA TARI BALI PIALA BUPATI BADUNG, HARI INI DIGELAR

Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Kuta, Menyemangati Penabuh Wanita Br. Pekandelan Legian

August 1st, 2014 by No comments »

Untuk menambah semangat ibu-ibu Penabuh  Wanita Githa Nareswari yang akan mengikuti lomba gong kebyar mewakili Kecamatan Kuta, dalam rangka festival budaya Kabupaten Badung 2014, ketua dewan kesenian kecamatan Kuta A.A. Raka Bawa, menyempatkan diri meninjau kegiatan latihan menabuh di balai banjar Pekandelan Legian.

Bersama Sekretaris Kecamatan Kuta, Ketua Dewan Kesenian merasa kagum atas semangat dan penampilan pemabuh saat latihan. Penabuh Githa Nareswari sudah sangat kelihatan siap tampil dalam lomba nanti.  Menurut Raka Bawa, untuk saat ini para penabuh diharapkan tidak usah memikirkan untuk mendapatkan juara, tapi bagaimana bisa tampil memuaskan. Nanti setelah dekat-dekat hari H, baru kita pikirkan mengenai mendapatkan juara.

Demikian Ketua Dewan Kesenian  yang berasal dari Br. Temacun Kuta ini yang mengaku baru saja habis sibuk menyelesaikan upacara ngaben sinarengan Desa Adat Kuta, memberikan semangat, kepada ibu-ibu PKK penabuh Br. Legian Tengah yang tergabung dalam Sekaa Tabuh Gong Wanita Gita Nareswari.

Gelar Mahaseni Budaya IV: Lomba Tari Sekar Jepun, Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Badung

July 28th, 2014 by No comments »

Lomba Tari Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Badung untuk tahun 2014 ini kembali akan digelar. Kegiatan yang dikemas dalam Gelar Mahaseni Budaya IV ini akan dilaksanakan nanti pada 20 dan 21 September 2014, bertempat di Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian. Namun konsepnya berbeda dengan pelaksanakan tahun-tahun sebelumnya, sehingga ada perkembangan dan ada sedikit perbedaan serta ada tantangan baru bagi para peserta. Apa dan bagaimana konsep yang berubah dari lomba tari untuk tahun ini, mari kita simak penjelasan dari Panitia Lomba.

Menurut Panitia, bahwa perbedaan paling mendasar yang dilakukan untuk lomba tahun ini, terletak pada lomba untuk memperebutkan Piala Bergilir Bupati. Letak perbedaannya adalah, jika tahun lalu, untuk mendapatkan piala bergilir bupati Badung, hanya dihitung dari banyaknya jumlah perolehan emas dari peserta sanggar yang mengirimkan 5 kategori tari dari beberapa tari yang ikut dilombakan. Misalnya, sanggar yang mengikuti lomba Tari Puspanjali, Tari Condong, Tari Baris, Tari Margapati, dan Tari Jauk Keras. Dari kelima tari yang diikuti tersebut, dihitung dari perolehan emas paling banyak. Itulah yang mendapatkan piala bergilir Bupati. Kemudian untuk tahun ini, perlombaan dibagi kedalam dua kategori yaitu Kategori Lomba Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Badung dan Kategori Lomba Perorangan. Unutk Ketegori memperebutkan piala bergilir Bupati Badung, tari yang dipakai lomba adalah Tari Sekar Jepun, pesertanya dari Sanggar Tari, Sekolah, dan Sekaa Teruna. Lomba ini berlaku untuk seluruh Bali.

Untuk lebih jelasnya berikut ini disampaikan kriteria lomba:

» Read more: Gelar Mahaseni Budaya IV: Lomba Tari Sekar Jepun, Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Badung

MAKNA PENGANGKATAN ANAK DALAM HINDU

September 22nd, 2013 by No comments »

LATAR BELAKANG

Dalam ajaran agama Hindu lapangan kehidupan di bagi menjadi empat yang di sebut dengan catur asrama, yakni brahmacari adalah masa menuntut ilmu, grhasta adalah masa berumah tangga, wana prasta adalah masa memperdalam, menerapkan dan mensosialisasiakan ilmu pengetahuan dan bhisuka adalah masa melakukan tapa brata yoga samadi. Empat tahap kehidupan dalam agama Hindu harus dilalui dalam kehidupan untuk mencapai tujuan hidup yang di sebut kebahagiaan lahir dan batin atau “ moksatham jagadhita ya ca iti dharma” Dalam masa grhasta seseorang akan mendapat melaksanakan kewajibannya baik secara vertical yaitu melaksanakan hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui melaksanakan upacara panca yadnya, maupun secara horizontal yakni melakukan hubungan antara sesama yang diatur dalam ikatan suka duka suatu banjar/desa. Semua hak dan kewajiaban yang dilakukan dalam masa grahasta adalah untuk mendukung proses pencapaian keharmonisan dalam hidup yang dapat dicapai dalam berbagai aspek kehidupan. Terwujudnya keluarga yang bahagia dan sejahtra dalam keluarga salah satunya karena hadirnya seorang anak dalam keluarga tersebut. Namun sebagaimana kita ketahui tidak semua keluaraga bisa melahirkan anak, sehinga hal ini sering memicu retaknya perkawinan dalam keluarga. Dari fenomena yang terjadi, tidak sedikit rusaknya rumah tangga akibat mereka tidak mempunyai anak. Demikian pula yang terjadi kasus poligami banyak diakibatkan oleh tidak  ada kelahiran anak di dalam keluarga tersebut. Fenomena yang terjadi ada yang berhasil melahirkan seorang anak dari perkawinan yang kedua namun tidak jarang juga terjadi tidak ada anak yang lahir meskipun sang suami sudah berpoligami. Dari penomena tersebut satu pilihan sebagai solusi, bagi keluarga yang ditimpa musibah tersebut yakni dengan mengangkat anak atau adopsi. » Read more: MAKNA PENGANGKATAN ANAK DALAM HINDU